Featured Post 7

Kami adalah sekumpulan manusia yang bersumpah untuk menjaga bumi dari peruksakan manusia

Jumat, 02 Maret 2012

Browse » Home » » ASIA TENGGARA

ASIA TENGGARA


BAB I
PENDAHULUAN

Asia Tenggara adalah sebuah kawasan di benua Asia bagian tenggara. Kawasan ini mencakup Indochina dan Semenanjung Malaya serta kepulauan di sekitarnya. Asia Tenggara berbatasan dengan Republik Rakyat Cina di sebelah utara, Samudra Pasifik di timur,Samudra Hindia di selatan, dan Samudra Hindia, Teluk Benggala, dan anak benua India di barat.
Geografi Asia Tenggara dapat dikategorikan menjadi dua bagian yaitu daratan dan kepulauan. Negara-negara yang berada di daratan termasuk antara lain adalah
 Myanmar, KambojaLaosThailand, dan Vietnam. Sedangkan negara-negara yang berada di kepulauan termasuk BruneiFilipinaIndonesiaMalaysia, danSingapura.
Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng-lempeng geologi, dengan aktivitas kegempaan (seismik) dan gunung berapi (vulkanik) yang tinggi. Sementara ATD relatif stabil dan merupakan daratan tua, ATM sangatlah dinamik karena di sana bertemu dua lempeng benua besar: lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, ditambah dengan lempeng Filipina yang lebih kecil. Tiga pulau besar di Indonesia: SumatraJawa, dan Kalimantan baru terpisah dari benua Asia sekitar 10 ribu tahun yang lalu akibat naiknya muka air laut karena usainya zaman es terakhir. Pulau Papua secara geologi termasuk dalam benua Australia, yang juga terpisah karena peristiwa yang sama.
Relief Asia bergunung-gunung yang tertinggi adalah Pegunungan Himalaya dengan puncaknya yaitu Mount Everest 8848 M, yang juga merupakan puncak tertinggi di bumi. Semakin ke timur dan tenggara pegunungan Himalaya semakin landai. Di arah barat reliefnya semakin melandai membentuk plato-plato di kawasan Iran dan Turki. Kemudian terdapat pegunungan yang terpisah di antaranya yaitu: Jazirah Arab yaitu sepanjang laut merah Teluk Aden, Pegunungan di selatan yaitu pegunungan Dekkan, Pegungan di Sri Langka, Di Indonesia, dan lain-lain. Kemudian daratan rendah terdapat di daerah sekitar atau pinggir aliran sungai-sungai besar seperti S. Huang HO dan Hindust serta di daerah Indocina dan semenanjung Malaka. Adapun daerah Depresi atau tanah yang turun antara lain: D. Kaspia, Aral, Laut Baikal. Sungai besarnya antara lain: S. Yang Tse, Mekong, Huang HO, Amor, S. Brahma Putra, dan S. Indush. 
BAB II
PEMBAHASAN
Keadaan Alam Asia Tenggara
1.      Sistem Pegunungan Asia Tenggara
Asia Tenggara terletak pada deretan pegunungan Mediterania yang membentang dari Eropa Selatan dan masuk Asia Tenggara melalui Peg. Arakan Yoma di myanmar dan berlanjut ke Indonesia dengan rentetan Peg. Bukit Barisan menuju ke Indonesia Timur. Dari arah utara masuk deretan Peg. Sirkum Pasifik yang melalui Pulau Kalimantan.
Pegunungan yang terdapat di Asia Tenggara antara lain adalah sebagai berikut:
Pegunungan Bukit Barisan
Bukit Barisan beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Bukit Barisan (disambiguasi). Pegunungan Bukit Barisan di sepanjang jalan raya Bukittinggi-Payakumbuh Negara       Indonesia Provinsi      Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung Titik tertinggi Gunung Kerinci elevasi3.805 m (12.484 ft) Panjang     1.025 mi (1.650 km), utara–selatan. Pegunungan Bukit Barisan adalah jajaran pengunungan yang membentang dari ujung utara (Aceh) sampai ujung selatan (Lampung) pulau Sumatra, memiliki panjang lebih kurang 1650 km. Rangkaian pegunungan ini mempunyai puncak tertinggi Gunung Kerinci yang berlokasi di Jambi, berketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Pegunungan Bukit Barisan terletak dekat pertemuan antara pelat tektonik Eurasia dan Australia.
Pegunungan Sewu
Pegunungan Sewu kaya akan gua karst, seperti salah satu di Punung ini. Foto koleksi Tropenmuseum, Amsterdam. Pegunungan Sewu adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di sepanjang pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah), hingga Kabupaten Tulungagung (Jawa Timur) di Pulau Jawa. Deretan pegunungan Sewu terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Batuan kapur menjadi ciri khas pegunungan ini. Pegunungan ini memiliki bentang alam kawasan karst yang sangat unik, hal tersebut dicirikan dengan adanya fenomena di permukaan (eksokarst) dan bawah permukaan (endokarst).
 Fenomena permukaan meliputi bentukan positif, seperti perbukitan karst yang jumlahnya ± 40.000 bukit yang berbentuk kerucut. Bentukan negatifnya berupa lembah-lembah karst dan telaga karst.  Fenomena bawah permukaan meliputi goa-goa karst yang berjumlah tidak kurang dari 119 goa yang memiliki stalaktit dan stalakmit, dan semua aliran sungai bawah tanah. Karena keunikan ekosistemnya, maka tahun 1993 International Union of Speleology mengusulkan agar Kawasan Karst Pegunungan Sewu masuk ke dalam salah satu warisan alam dunia.
Pegunungan Krâvanh Mountains (Pegunungan Cardamom)
Pegunungan Krâvanh Mountains, atau Pegunungan Cardamom (Khmer , Chuor Phnom Krâvanh, adalah deretan pegunungan di Kamboja barat daya didekat perbatasan dengan Thailand. Titik tertinggi pegunungan ini adalah 1.813 meter.
Pegunungan Titiwangsa
Pegunungan Titiwangsa (bahasa Melayu:Banjaran Titiwangsa) adalah jajaran pegunungan yang membentuk tulang punggung Semenanjung Malaya. Jajaran ini dimulai di utara di Thailand Selatan, membentang ke tenggara dan berakhir di selatan dekat Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia. Dengan titik tertingginya 2.183 m di Gunung Korbu, pegunungan ini menjadi batas alami, memisahkan Semenanjung Malaysia menjadi daerah pesisir timur dan barat.
Pegunungan Jayawijaya
Pegunungan Jayawijaya adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di tengah provinsi Papua Barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua Newguinea di Pulau Irian. Deretan Pegunungan yang mempunyai beberapa puncak tertinggi di Indonesia ini terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya, dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di Pegunungan Jayawijaya. Karena itu, selain menjadi surganya para pendaki, Pegunungan Jayawijaya juga menjadi surganya para peneliti geologi dunia.

Pegunungan Jayawijaya juga merupakan satu-satunya pegunungan dan gunung di Indonesia yang memiliki puncak yang tertutup oleh salju abadi. Meskipun tidak seluruh puncak dari gugusan Pegunungan Jayawijaya yang memiliki salju. Salju yang dimiliki oleh beberapa puncak bahkan saat ini sudah hilang karena perubahan cuaca secara global.
Menurut teori geologi, awalnya dunia hanya memiliki sebuah benua yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia. Benua Eurasia pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia. Pengendapan yang sangat intensif terjadi di benua Australia, ditambah terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.

2.      Tipe Batuan Asia Tenggara
Di lihat dari letak geologisnya Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng-lempeng geologi, dengan aktivitaskegempaan (seismik) dan gunung berapi (vulkanik) yang tinggi. Sementara ATD relatif stabil dan merupakan daratan tua, ATM sangatlah dinamik karena di sana bertemu dua lempeng benua besar: lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, ditambah denganlempeng Filipina yang lebih kecil.
 Tiga pulau besar di Indonesia: Sumatra, Jawa, danKalimantan baru terpisah dari benua Asia sekitar 10 ribu tahun yang lalu akibat naiknya muka air laut karena usainya Zaman Es terakhir. Pulau Papua secara geologi termasuk dalam benua Australia, yang juga terpisah karena peristiwa yang sama. Kedua lempeng besar itu bertemu pada busur cekungan yang memanjang ke selatan dari Teluk Benggala di barat Myanmar dan Thailand, terus menuju sisi barat Sumatra, lalu membelok ke timur membentuk Palung Jawa yang memanjang di selatan Jawa dan Kepulauan Nusa Tenggara. Akibatnya gempa bumi sering terjadi di daerah-daerah sekitarnya, seperti Gempa bumi Samudra Hindia
            Desakan lempeng Indo-Australia mengangkat permukaan pulau-pulau yang ada di dekatnya, sehingga terbentuklah deretan gunung berapi aktif. Pulau Jawa adalah pulau dengan cacah gunung berapi terbanyak di dunia. Gunung Kerinci adalah gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara. Di sebelah timur Filipina terdapat pula Palung Mindanao dan Palung Mariana yang merupakan pertemuan antara lempeng Filipina dan lempeng Pasifik. Di Filipina juga terdapat aktivitas kegunungapian yang tinggi. Puncak tertinggi yang berada di Gunung Kinabalu (4.101 m; Kalimantan) dan Puncak Jaya di Pulau Papua, Indonesia (5.030 m).
            Lempeng penyusun batuan Asia Tengggara antara lain adalah sebagai berikut:
Lempeng Eurasia
Lempeng Eurasia adalah lempeng tektonik terbesar ketiga yang berada di daerah Eurasia, daratan yang terdiri dari benua Eropa dan Asia kecuali di daerah India, Jazirah Arab, dan timur Pegunungan Verkhoyansk di Siberia Timur. Sisi timurnya dibatasi Lempeng Amerika Utara dan Lempeng Filipina. Sisi selatannya dibatasi Lempeng Afrika, Lempeng Arab dan Lempeng Indo-Australia. Sisi baratnya dibatasi oleh Lempeng Amerika Utara. Lempeng Sunda merupakan bagian dari Lempeng Eurasia yang rumit secara tektonik dan aktif secara seismik.
Lempeng Indo-Australia
Lempeng Indo-Australia ialah nama untuk 2 lempeng tektonik yang termasuk benua Australia dan samudra di sekelilingnya yang memanjang ke barat laut sampai termasuk anak benua India dan perairan di sekelilingnya. Terbagi atas 2 lempeng sepanjang perbatasan yang kurang aktif: lempeng Australia dan lempeng India yang lebih kecil. Kedua lempeng itu bergabung bersama antara 50 sampai 55 juta tahun abad, sebelum masa itu, kedua lempeng itu bergerak sendiri-sendiri.
India, Meganesia (Australia, Nugini, dan Tasmania), Selandia Baru, dan Kaledonia Baru adalah fragmen benua kuno Gondwana. Penyebaran dasar lautan memisahkan benua-benua itu satu sama lain, namun seperti pusat penyebaran ini tidak aktif yang diperkirakan telah bergabung menjadi lempeng tunggal. Penelitian terkini mengindikasikan bahwa lempeng-lempeng itu sedang memisah, namun akan memakan waktu untuk mempublikasikan fakta ini dengan benar.
Pengukuran GPS terkini di Australia menyatakan bahwa gerakan lempeng sebesar 35 derajat timur utara dengan kecepatan 67 mm/th. Catat juga arah dan kecepatan yang sama untuk titik di Auckland, Pulau Natal dan India selatan. Kemungkinan perubahan kecil ke arah Auckland karena lengkungan kecil lempeng di sana, di mana lengkungan itu ditekan lempeng Pasifik.
Bagian timur ialah batas konvergen dengan lempeng Pasifik yang mensubduksi. Lempeng Pasifik yang mensubduksi di bawah lempeng Australia membentuk Parit Kermadec, busar laut Tonga dan Kermadec. Selandia Baru membujur sepanjang batas tenggara lempeng. Selandia Baru dan Kaledonia Baru ialah ujung selatan dan utara bekas benua Tasmantis, yang berpisah dari Australia 85 juta tahun lalu. Bagian tengah Tasmantis tenggelam di laut, dan kini merupakan Tanjakan Lord Howe.
Bagian selatannya ialah batas divergen dengan lempeng Antarktika. Batas barat dibatasi dengan lempeng India yang membentuk perbatasan dengan lempeng Arab ke utara dan lempeng Afrika ke selatan. Batas utara lempeng India ialah batas konvergen dengan lempeng Eurasia yang membentuk pegunungan Himalaya dan Hindu Kush.
Bagian timur laut lempeng Australia membentuk batas subduksi dengan lempeng Eurasia di batas Lautan Hindia dari Bangladesh, ke Myanmar (bekas Burma) ke barat daya pulau Sumatera dan Kalimantan di Indonesia. Batas subduksi yang melalui Indonesia dibelokkan di garis Wallace biogeografis yang memisahkan fauna asli Asia dari Australasia.

3.      Pola Aliran Asia Tenggara
Pola aliran asia tenggara dapat dibedakan atas dua sistem, yaitu;
1.      Sistem aliran benua asia tenggara : sungai-sungai umumnya sangat panjang seperti sungai Irawadi, Mekong dan sebagainya
2.      Sistem aliran kepulauan asia tenggara : sungai-sungai umumnya agak pendek kebanyakan mengalir kearah laut dangkal (dangkalan sunda). Lembagaan yang dangkal mengakibatkan terbentuknya sungai yang mengalir perlahan-lahan oleh sebab itu kebanyakan sungai telah membentuk dataran pantai meluas dan meliputi kawasan payau yang luas.

4.      Laut Asia Tenggara
Laut di wilayah Asia Tenggara antara lain: Laut Jawa, laut Timor, laut Arafuru, laut Sulawesi, Laut Sulu dan Laut Natuna, dengan potensi utamanya sebagai sumber air hujan, sumber bahan tambang, bahan baku pembuatan garam, dan prasarana transportasi yang murah.
Kecuali Laos, semua negara di kawasan Asia Tenggara memiliki wilayah laut. Laut merupakan sumber daya alam yang penting. Dari laut dapat diperoleh manfaat berikut ini.
Ø  Sebagai sumber bahan pangan berupa ikan dan hasil laut lainnya.
Ø  Sebagai jalur transportasi air.
Ø  Sebagai objek wisata.
Ø  Dari dasar laut sering ditemukan bahan tambang seperti minyak dan gas bumi.
Laut-laut di Asia Tenggara antara lain adalah sebagai berikut:
Laut Cina Selatan
Laut Cina Selatan ialah laut tepi, bagian dari Samudra Pasifik, mencakup daerah dari Singapura ke Selat Taiwan sekitar 3.500.000 km². Merupakan badan laut terbesar setelah kelima samudera. Kepulauan Laut Cina Selatan membentuk sebuah kepulauan yang berjumlah ratusan. Laut ini biasa disebut sebagai Laut Selatan saja di daratan Cina.
Sejumlah negara, khususnya Filipina menyebutnya Laut Luzón, keberatan dengan nama "Laut Cina Selatan", sebab seolah-olah kawasan itu dikuasai RRC.Daftar isi [sembunyikan]
Biro Hidrografi Internasional (International Hydrographic Bureau) mendefinisikan laut ini terbentang di arah barat daya ke timur laut, yang batas selatannya 3° Lintang Selatan antara Sumatra Selatan dan Kalimantan (Selat Karimata), dan batas utaranya ialah Selat Taiwan dari ujung utara Taiwan ke pesisir Fujian di Cina Daratan.
Negara-negara dan wilayah yang berbatasan dengan laut ini di antaranya: Republik Rakyat Cina, Makau, Hong Kong, Republik China (Taiwan), Filipina, Malaysia, Brunei, Indonesia, Singapura, Muang Thai, Kamboja, dan Vietnam. Di laut ini, ada lebih dari 200 pulau dan karang yang diidentifikasi, kebanyakan darinya di daerah Kepulauan Spratly. Kepulauan Spratly tersebar seluas 810 sampai 900 km yang meliputi beberapa 175 fitur insuler yang diidentifikasi, yang terbesarnya menjadi Kepulauan Taiping (Itu Aba) yang panjangnya 1,3 km dan dengan ketinggian 3,8 m.
Laut Sawu
Laut Sawu adalah laut yang terdapat di antara Pulau Sumba, Pulau Sawu, Pulau Rote, Pulau Timor, dan Pulau Flores. Secara administratif, Laut Sawu termasuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Laut Sawu memiliki kedalaman hingga 3.497 meter dan mencakup area seluas sekitar 3,5 juta hektare. Laut ini termasuk ke dalam cagar alam laut (marine protected area) sejak awal 2009, dan merupakan bagian dari Segitiga Terumbu Karang. Penetapan ini berarti eksploitasi di laut ini harus mendapatkan izin dari pemerintah setempat; selain berdampak pada kehidupan 151 desa nelayan dari 10 kabupaten dan secara langsung akan mengubah cara hidup sekitar 25.625 keluarga.
Paling tidak terdapat 500 jenis koral dan 300 jenis ikan menghuni perairan cagar alam terluas di wilayah Segitiga Koral ini. Selain itu, Laut Sawu menjadi bagian dari jalur migrasi 14 jenis Cetacea (termasuk paus biru dan paus sperma/lodan), dan empat dari tujuh jenis penyu laut (penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang, dan penyu belimbing). Laut ini masih menjadi ajang penangkapan ikan dan eksplotasi terumbu karang yang ilegal dan merusak, seperti penggunaan bom dan sianida. Di sisi lain, usaha konservasi dan pengawasan mengalami keterbatasan sumber daya. 
BAB III                                 
PENUTUP
KESIMPULAN
Ø  Asia Tenggara terletak pada deretan pegunungan Mediterania yang membentang dari Eropa Selatan dan masuk Asia Tenggara melalui Peg. Arakan Yoma di myanmar dan berlanjut ke Indonesia dengan rentetan Peg. Bukit Barisan menuju ke Indonesia Timur. Dari arah utara masuk deretan Peg. Sirkum Pasifik yang melalui Pulau Kalimantan..
Ø  Di lihat dari letak geologisnya Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng-lempeng geologi, dengan aktivitaskegempaan (seismik) dan gunung berapi (vulkanik) yang tinggi. Sementara ATD relatif stabil dan merupakan daratan tua, ATM sangatlah dinamik karena di sana bertemu dua lempeng benua besar: lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, ditambah denganlempeng Filipina yang lebih kecil.
Ø  Pola aliran asia tenggara dapat dibedakan atas dua sistem, yaitu;
1.      Sistem aliran benua asia tenggara : sungai-sungai umumnya sangat panjang seperti sungai Irawadi, Mekong dan sebagainya
2.      Sistem aliran kepulauan asia tenggara : sungai-sungai umumnya agak pendek kebanyakan mengalir kearah laut dangkal (dangkalan sunda).
Ø  Laut di wilayah Asia Tenggara antara lain: Laut Jawa, laut Timor, laut Arafuru, laut Sulawesi, Laut Sulu dan Laut Natuna, dengan potensi utamanya sebagai sumber air hujan, sumber bahan tambang, bahan baku pembuatan garam, dan prasarana transportasi yang murah. Kecuali Laos, semua negara di kawasan Asia Tenggara memiliki wilayah laut. Laut merupakan sumber daya alam yang penting. Dari laut dapat diperoleh manfaat berikut ini.
Ø  Sebagai sumber bahan pangan berupa ikan dan hasil laut lainnya.
Ø  Sebagai jalur transportasi air.
Ø  Sebagai objek wisata.
Ø  Dari dasar laut sering ditemukan bahan tambang seperti minyak dan gas bumi. 
Advertisement below...!

Comments : Ada 0 komentar untuk ASIA TENGGARA

Poskan Komentar

ASIA TENGGARA

Jumat, 02 Maret 2012 ·


BAB I
PENDAHULUAN

Asia Tenggara adalah sebuah kawasan di benua Asia bagian tenggara. Kawasan ini mencakup Indochina dan Semenanjung Malaya serta kepulauan di sekitarnya. Asia Tenggara berbatasan dengan Republik Rakyat Cina di sebelah utara, Samudra Pasifik di timur,Samudra Hindia di selatan, dan Samudra Hindia, Teluk Benggala, dan anak benua India di barat.
Geografi Asia Tenggara dapat dikategorikan menjadi dua bagian yaitu daratan dan kepulauan. Negara-negara yang berada di daratan termasuk antara lain adalah
 Myanmar, KambojaLaosThailand, dan Vietnam. Sedangkan negara-negara yang berada di kepulauan termasuk BruneiFilipinaIndonesiaMalaysia, danSingapura.
Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng-lempeng geologi, dengan aktivitas kegempaan (seismik) dan gunung berapi (vulkanik) yang tinggi. Sementara ATD relatif stabil dan merupakan daratan tua, ATM sangatlah dinamik karena di sana bertemu dua lempeng benua besar: lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, ditambah dengan lempeng Filipina yang lebih kecil. Tiga pulau besar di Indonesia: SumatraJawa, dan Kalimantan baru terpisah dari benua Asia sekitar 10 ribu tahun yang lalu akibat naiknya muka air laut karena usainya zaman es terakhir. Pulau Papua secara geologi termasuk dalam benua Australia, yang juga terpisah karena peristiwa yang sama.
Relief Asia bergunung-gunung yang tertinggi adalah Pegunungan Himalaya dengan puncaknya yaitu Mount Everest 8848 M, yang juga merupakan puncak tertinggi di bumi. Semakin ke timur dan tenggara pegunungan Himalaya semakin landai. Di arah barat reliefnya semakin melandai membentuk plato-plato di kawasan Iran dan Turki. Kemudian terdapat pegunungan yang terpisah di antaranya yaitu: Jazirah Arab yaitu sepanjang laut merah Teluk Aden, Pegunungan di selatan yaitu pegunungan Dekkan, Pegungan di Sri Langka, Di Indonesia, dan lain-lain. Kemudian daratan rendah terdapat di daerah sekitar atau pinggir aliran sungai-sungai besar seperti S. Huang HO dan Hindust serta di daerah Indocina dan semenanjung Malaka. Adapun daerah Depresi atau tanah yang turun antara lain: D. Kaspia, Aral, Laut Baikal. Sungai besarnya antara lain: S. Yang Tse, Mekong, Huang HO, Amor, S. Brahma Putra, dan S. Indush. 
BAB II
PEMBAHASAN
Keadaan Alam Asia Tenggara
1.      Sistem Pegunungan Asia Tenggara
Asia Tenggara terletak pada deretan pegunungan Mediterania yang membentang dari Eropa Selatan dan masuk Asia Tenggara melalui Peg. Arakan Yoma di myanmar dan berlanjut ke Indonesia dengan rentetan Peg. Bukit Barisan menuju ke Indonesia Timur. Dari arah utara masuk deretan Peg. Sirkum Pasifik yang melalui Pulau Kalimantan.
Pegunungan yang terdapat di Asia Tenggara antara lain adalah sebagai berikut:
Pegunungan Bukit Barisan
Bukit Barisan beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Bukit Barisan (disambiguasi). Pegunungan Bukit Barisan di sepanjang jalan raya Bukittinggi-Payakumbuh Negara       Indonesia Provinsi      Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung Titik tertinggi Gunung Kerinci elevasi3.805 m (12.484 ft) Panjang     1.025 mi (1.650 km), utara–selatan. Pegunungan Bukit Barisan adalah jajaran pengunungan yang membentang dari ujung utara (Aceh) sampai ujung selatan (Lampung) pulau Sumatra, memiliki panjang lebih kurang 1650 km. Rangkaian pegunungan ini mempunyai puncak tertinggi Gunung Kerinci yang berlokasi di Jambi, berketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Pegunungan Bukit Barisan terletak dekat pertemuan antara pelat tektonik Eurasia dan Australia.
Pegunungan Sewu
Pegunungan Sewu kaya akan gua karst, seperti salah satu di Punung ini. Foto koleksi Tropenmuseum, Amsterdam. Pegunungan Sewu adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di sepanjang pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah), hingga Kabupaten Tulungagung (Jawa Timur) di Pulau Jawa. Deretan pegunungan Sewu terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Batuan kapur menjadi ciri khas pegunungan ini. Pegunungan ini memiliki bentang alam kawasan karst yang sangat unik, hal tersebut dicirikan dengan adanya fenomena di permukaan (eksokarst) dan bawah permukaan (endokarst).
 Fenomena permukaan meliputi bentukan positif, seperti perbukitan karst yang jumlahnya ± 40.000 bukit yang berbentuk kerucut. Bentukan negatifnya berupa lembah-lembah karst dan telaga karst.  Fenomena bawah permukaan meliputi goa-goa karst yang berjumlah tidak kurang dari 119 goa yang memiliki stalaktit dan stalakmit, dan semua aliran sungai bawah tanah. Karena keunikan ekosistemnya, maka tahun 1993 International Union of Speleology mengusulkan agar Kawasan Karst Pegunungan Sewu masuk ke dalam salah satu warisan alam dunia.
Pegunungan Krâvanh Mountains (Pegunungan Cardamom)
Pegunungan Krâvanh Mountains, atau Pegunungan Cardamom (Khmer , Chuor Phnom Krâvanh, adalah deretan pegunungan di Kamboja barat daya didekat perbatasan dengan Thailand. Titik tertinggi pegunungan ini adalah 1.813 meter.
Pegunungan Titiwangsa
Pegunungan Titiwangsa (bahasa Melayu:Banjaran Titiwangsa) adalah jajaran pegunungan yang membentuk tulang punggung Semenanjung Malaya. Jajaran ini dimulai di utara di Thailand Selatan, membentang ke tenggara dan berakhir di selatan dekat Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia. Dengan titik tertingginya 2.183 m di Gunung Korbu, pegunungan ini menjadi batas alami, memisahkan Semenanjung Malaysia menjadi daerah pesisir timur dan barat.
Pegunungan Jayawijaya
Pegunungan Jayawijaya adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di tengah provinsi Papua Barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua Newguinea di Pulau Irian. Deretan Pegunungan yang mempunyai beberapa puncak tertinggi di Indonesia ini terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya, dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di Pegunungan Jayawijaya. Karena itu, selain menjadi surganya para pendaki, Pegunungan Jayawijaya juga menjadi surganya para peneliti geologi dunia.

Pegunungan Jayawijaya juga merupakan satu-satunya pegunungan dan gunung di Indonesia yang memiliki puncak yang tertutup oleh salju abadi. Meskipun tidak seluruh puncak dari gugusan Pegunungan Jayawijaya yang memiliki salju. Salju yang dimiliki oleh beberapa puncak bahkan saat ini sudah hilang karena perubahan cuaca secara global.
Menurut teori geologi, awalnya dunia hanya memiliki sebuah benua yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia. Benua Eurasia pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia. Pengendapan yang sangat intensif terjadi di benua Australia, ditambah terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.

2.      Tipe Batuan Asia Tenggara
Di lihat dari letak geologisnya Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng-lempeng geologi, dengan aktivitaskegempaan (seismik) dan gunung berapi (vulkanik) yang tinggi. Sementara ATD relatif stabil dan merupakan daratan tua, ATM sangatlah dinamik karena di sana bertemu dua lempeng benua besar: lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, ditambah denganlempeng Filipina yang lebih kecil.
 Tiga pulau besar di Indonesia: Sumatra, Jawa, danKalimantan baru terpisah dari benua Asia sekitar 10 ribu tahun yang lalu akibat naiknya muka air laut karena usainya Zaman Es terakhir. Pulau Papua secara geologi termasuk dalam benua Australia, yang juga terpisah karena peristiwa yang sama. Kedua lempeng besar itu bertemu pada busur cekungan yang memanjang ke selatan dari Teluk Benggala di barat Myanmar dan Thailand, terus menuju sisi barat Sumatra, lalu membelok ke timur membentuk Palung Jawa yang memanjang di selatan Jawa dan Kepulauan Nusa Tenggara. Akibatnya gempa bumi sering terjadi di daerah-daerah sekitarnya, seperti Gempa bumi Samudra Hindia
            Desakan lempeng Indo-Australia mengangkat permukaan pulau-pulau yang ada di dekatnya, sehingga terbentuklah deretan gunung berapi aktif. Pulau Jawa adalah pulau dengan cacah gunung berapi terbanyak di dunia. Gunung Kerinci adalah gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara. Di sebelah timur Filipina terdapat pula Palung Mindanao dan Palung Mariana yang merupakan pertemuan antara lempeng Filipina dan lempeng Pasifik. Di Filipina juga terdapat aktivitas kegunungapian yang tinggi. Puncak tertinggi yang berada di Gunung Kinabalu (4.101 m; Kalimantan) dan Puncak Jaya di Pulau Papua, Indonesia (5.030 m).
            Lempeng penyusun batuan Asia Tengggara antara lain adalah sebagai berikut:
Lempeng Eurasia
Lempeng Eurasia adalah lempeng tektonik terbesar ketiga yang berada di daerah Eurasia, daratan yang terdiri dari benua Eropa dan Asia kecuali di daerah India, Jazirah Arab, dan timur Pegunungan Verkhoyansk di Siberia Timur. Sisi timurnya dibatasi Lempeng Amerika Utara dan Lempeng Filipina. Sisi selatannya dibatasi Lempeng Afrika, Lempeng Arab dan Lempeng Indo-Australia. Sisi baratnya dibatasi oleh Lempeng Amerika Utara. Lempeng Sunda merupakan bagian dari Lempeng Eurasia yang rumit secara tektonik dan aktif secara seismik.
Lempeng Indo-Australia
Lempeng Indo-Australia ialah nama untuk 2 lempeng tektonik yang termasuk benua Australia dan samudra di sekelilingnya yang memanjang ke barat laut sampai termasuk anak benua India dan perairan di sekelilingnya. Terbagi atas 2 lempeng sepanjang perbatasan yang kurang aktif: lempeng Australia dan lempeng India yang lebih kecil. Kedua lempeng itu bergabung bersama antara 50 sampai 55 juta tahun abad, sebelum masa itu, kedua lempeng itu bergerak sendiri-sendiri.
India, Meganesia (Australia, Nugini, dan Tasmania), Selandia Baru, dan Kaledonia Baru adalah fragmen benua kuno Gondwana. Penyebaran dasar lautan memisahkan benua-benua itu satu sama lain, namun seperti pusat penyebaran ini tidak aktif yang diperkirakan telah bergabung menjadi lempeng tunggal. Penelitian terkini mengindikasikan bahwa lempeng-lempeng itu sedang memisah, namun akan memakan waktu untuk mempublikasikan fakta ini dengan benar.
Pengukuran GPS terkini di Australia menyatakan bahwa gerakan lempeng sebesar 35 derajat timur utara dengan kecepatan 67 mm/th. Catat juga arah dan kecepatan yang sama untuk titik di Auckland, Pulau Natal dan India selatan. Kemungkinan perubahan kecil ke arah Auckland karena lengkungan kecil lempeng di sana, di mana lengkungan itu ditekan lempeng Pasifik.
Bagian timur ialah batas konvergen dengan lempeng Pasifik yang mensubduksi. Lempeng Pasifik yang mensubduksi di bawah lempeng Australia membentuk Parit Kermadec, busar laut Tonga dan Kermadec. Selandia Baru membujur sepanjang batas tenggara lempeng. Selandia Baru dan Kaledonia Baru ialah ujung selatan dan utara bekas benua Tasmantis, yang berpisah dari Australia 85 juta tahun lalu. Bagian tengah Tasmantis tenggelam di laut, dan kini merupakan Tanjakan Lord Howe.
Bagian selatannya ialah batas divergen dengan lempeng Antarktika. Batas barat dibatasi dengan lempeng India yang membentuk perbatasan dengan lempeng Arab ke utara dan lempeng Afrika ke selatan. Batas utara lempeng India ialah batas konvergen dengan lempeng Eurasia yang membentuk pegunungan Himalaya dan Hindu Kush.
Bagian timur laut lempeng Australia membentuk batas subduksi dengan lempeng Eurasia di batas Lautan Hindia dari Bangladesh, ke Myanmar (bekas Burma) ke barat daya pulau Sumatera dan Kalimantan di Indonesia. Batas subduksi yang melalui Indonesia dibelokkan di garis Wallace biogeografis yang memisahkan fauna asli Asia dari Australasia.

3.      Pola Aliran Asia Tenggara
Pola aliran asia tenggara dapat dibedakan atas dua sistem, yaitu;
1.      Sistem aliran benua asia tenggara : sungai-sungai umumnya sangat panjang seperti sungai Irawadi, Mekong dan sebagainya
2.      Sistem aliran kepulauan asia tenggara : sungai-sungai umumnya agak pendek kebanyakan mengalir kearah laut dangkal (dangkalan sunda). Lembagaan yang dangkal mengakibatkan terbentuknya sungai yang mengalir perlahan-lahan oleh sebab itu kebanyakan sungai telah membentuk dataran pantai meluas dan meliputi kawasan payau yang luas.

4.      Laut Asia Tenggara
Laut di wilayah Asia Tenggara antara lain: Laut Jawa, laut Timor, laut Arafuru, laut Sulawesi, Laut Sulu dan Laut Natuna, dengan potensi utamanya sebagai sumber air hujan, sumber bahan tambang, bahan baku pembuatan garam, dan prasarana transportasi yang murah.
Kecuali Laos, semua negara di kawasan Asia Tenggara memiliki wilayah laut. Laut merupakan sumber daya alam yang penting. Dari laut dapat diperoleh manfaat berikut ini.
Ø  Sebagai sumber bahan pangan berupa ikan dan hasil laut lainnya.
Ø  Sebagai jalur transportasi air.
Ø  Sebagai objek wisata.
Ø  Dari dasar laut sering ditemukan bahan tambang seperti minyak dan gas bumi.
Laut-laut di Asia Tenggara antara lain adalah sebagai berikut:
Laut Cina Selatan
Laut Cina Selatan ialah laut tepi, bagian dari Samudra Pasifik, mencakup daerah dari Singapura ke Selat Taiwan sekitar 3.500.000 km². Merupakan badan laut terbesar setelah kelima samudera. Kepulauan Laut Cina Selatan membentuk sebuah kepulauan yang berjumlah ratusan. Laut ini biasa disebut sebagai Laut Selatan saja di daratan Cina.
Sejumlah negara, khususnya Filipina menyebutnya Laut Luzón, keberatan dengan nama "Laut Cina Selatan", sebab seolah-olah kawasan itu dikuasai RRC.Daftar isi [sembunyikan]
Biro Hidrografi Internasional (International Hydrographic Bureau) mendefinisikan laut ini terbentang di arah barat daya ke timur laut, yang batas selatannya 3° Lintang Selatan antara Sumatra Selatan dan Kalimantan (Selat Karimata), dan batas utaranya ialah Selat Taiwan dari ujung utara Taiwan ke pesisir Fujian di Cina Daratan.
Negara-negara dan wilayah yang berbatasan dengan laut ini di antaranya: Republik Rakyat Cina, Makau, Hong Kong, Republik China (Taiwan), Filipina, Malaysia, Brunei, Indonesia, Singapura, Muang Thai, Kamboja, dan Vietnam. Di laut ini, ada lebih dari 200 pulau dan karang yang diidentifikasi, kebanyakan darinya di daerah Kepulauan Spratly. Kepulauan Spratly tersebar seluas 810 sampai 900 km yang meliputi beberapa 175 fitur insuler yang diidentifikasi, yang terbesarnya menjadi Kepulauan Taiping (Itu Aba) yang panjangnya 1,3 km dan dengan ketinggian 3,8 m.
Laut Sawu
Laut Sawu adalah laut yang terdapat di antara Pulau Sumba, Pulau Sawu, Pulau Rote, Pulau Timor, dan Pulau Flores. Secara administratif, Laut Sawu termasuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Laut Sawu memiliki kedalaman hingga 3.497 meter dan mencakup area seluas sekitar 3,5 juta hektare. Laut ini termasuk ke dalam cagar alam laut (marine protected area) sejak awal 2009, dan merupakan bagian dari Segitiga Terumbu Karang. Penetapan ini berarti eksploitasi di laut ini harus mendapatkan izin dari pemerintah setempat; selain berdampak pada kehidupan 151 desa nelayan dari 10 kabupaten dan secara langsung akan mengubah cara hidup sekitar 25.625 keluarga.
Paling tidak terdapat 500 jenis koral dan 300 jenis ikan menghuni perairan cagar alam terluas di wilayah Segitiga Koral ini. Selain itu, Laut Sawu menjadi bagian dari jalur migrasi 14 jenis Cetacea (termasuk paus biru dan paus sperma/lodan), dan empat dari tujuh jenis penyu laut (penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang, dan penyu belimbing). Laut ini masih menjadi ajang penangkapan ikan dan eksplotasi terumbu karang yang ilegal dan merusak, seperti penggunaan bom dan sianida. Di sisi lain, usaha konservasi dan pengawasan mengalami keterbatasan sumber daya. 
BAB III                                 
PENUTUP
KESIMPULAN
Ø  Asia Tenggara terletak pada deretan pegunungan Mediterania yang membentang dari Eropa Selatan dan masuk Asia Tenggara melalui Peg. Arakan Yoma di myanmar dan berlanjut ke Indonesia dengan rentetan Peg. Bukit Barisan menuju ke Indonesia Timur. Dari arah utara masuk deretan Peg. Sirkum Pasifik yang melalui Pulau Kalimantan..
Ø  Di lihat dari letak geologisnya Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng-lempeng geologi, dengan aktivitaskegempaan (seismik) dan gunung berapi (vulkanik) yang tinggi. Sementara ATD relatif stabil dan merupakan daratan tua, ATM sangatlah dinamik karena di sana bertemu dua lempeng benua besar: lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, ditambah denganlempeng Filipina yang lebih kecil.
Ø  Pola aliran asia tenggara dapat dibedakan atas dua sistem, yaitu;
1.      Sistem aliran benua asia tenggara : sungai-sungai umumnya sangat panjang seperti sungai Irawadi, Mekong dan sebagainya
2.      Sistem aliran kepulauan asia tenggara : sungai-sungai umumnya agak pendek kebanyakan mengalir kearah laut dangkal (dangkalan sunda).
Ø  Laut di wilayah Asia Tenggara antara lain: Laut Jawa, laut Timor, laut Arafuru, laut Sulawesi, Laut Sulu dan Laut Natuna, dengan potensi utamanya sebagai sumber air hujan, sumber bahan tambang, bahan baku pembuatan garam, dan prasarana transportasi yang murah. Kecuali Laos, semua negara di kawasan Asia Tenggara memiliki wilayah laut. Laut merupakan sumber daya alam yang penting. Dari laut dapat diperoleh manfaat berikut ini.
Ø  Sebagai sumber bahan pangan berupa ikan dan hasil laut lainnya.
Ø  Sebagai jalur transportasi air.
Ø  Sebagai objek wisata.
Ø  Dari dasar laut sering ditemukan bahan tambang seperti minyak dan gas bumi. 

0 komentar:

 
© Copyright 2011 : RINDU HARTONI CAPAH
Template dari : Free Blogger Templates | ZonaBlogger.com | Didukung Oleh : Blogger.com